Bergabunglah Bersama Bursa Kuis™

LightBlog

LAZERBA = TOKO GROSIR LAZADA SERBA ADA

Profile Bursa Kuis ™

Bursa Kuis™ adalah salah satu sarana yang Kami Buat Untuk Mendukung Aktifitas Para Kuis Huter (Kuter's) Agar Lebih Mudah & Prasktis Mengakses Informasi Kuis & Lomba Online, Seiring Perkembangan Dunia Promosi Melalui Lomba & Kuis Online Yang Sudah Merambah Media Sosial seperti Blog, Face Book & Twitter maka kami tergerak untuk membantu para Kuter's Mengumpulkan Informasi sebanyak-banyaknya seputar Kuis & Lomba Online, agar Para Kuter's dapat memperoleh informasi tersebut "Lebih Cepat dan Lebih Mudah" Kunjungi Fans Page Kami Di BursaKuis - Follow Twitter & Instagram Kami @BursaKuis.

Kami Selalu berusaha memberikan informasi kuis yang resmi dari Brand atau Perusahaan ternama, namun kami tetap tidak bertanggung jawab atas proses serta mekanime penyelengaraan kuis tersebut. Silahkan Baca Terms Of Service / TOS Kami yang berada di pojok Kanan Atas halaman ini, sebelum anda memutuskan untuk menjelajahi website Bursakuis.com

Senin, 09 Desember 2013

Polling IBU TANGGUH KLOP Berhadiah Voucer Belanja & Gadget


Tak hanya kuis yang berhadiah loh kuter's, kali ini Polling pun berhadiah, kuter's hanya di minta Pilih salah satu dari Ibu Tangguh yang ada di link web sitenya peyelenggara event ini ini dan menangkan hadiah Paket KLOP, HP Samsung dan Voucher Belanja! Yuk kita berikan vote kita sekarang yuk... silahkan simak profile ke 3 IBU tangguh di bawah ini :

Profil Ibu tangguh

foto bundaletty
BUNDA LETTYPendiri PAUD untuk Anak-Anak Tidak Mampu
Nama Lengkap . Letty Nurlatifah
TTL. Bandung , 5 Juni 1974
Domisili. Kota Bandung
Bunda Letty merupakan sosok Bunda yang sangat peduli dan tersentuh dengan kondisi anak-anak di lingkungan sekitarnya. Saat Bunda melihat kondisi lingkungan tempat ia tinggal (di Bandung) dimana banyak remaja yang tidak mempunyai kegiatan, Bunda Letty berinisiatif membuat Ahad School atau Sekolah Ahad dengan konsep membangun skill dan kreativitas anak mulai dari usia BALITA sampai SMA. Program Ahad School ini memang mendapatkan respon yang positif dari masyarakat setempat, apalagi Ahad School ini tidak dipungut biaya apapun. Dengan memakai rumah orang tuanya yang tidak begitu besar, Ahad School menampung sekitar 60 orang untuk dibina dan dididik. Seiring waktu, sekolah Ahad ini pun berubah menjadi Sanggar Kreasi Anak Muslim yang para pesertanya ternyata banyak berprestasi di berbagai ajang lomba. Namun sanggar ini bukanlah tanpa kendala dan tantangan. Sanggar yang ia dirikan ternyata dinilai oleh sebagian orang menjadi penyebab anak-anak tidak lagi beraktivitas di Masjid untuk mengaji. Dan setelah disetujui oleh berbagai pihak, dengan berat hati ia pun menutup Sanggar Kreasi Anak Muslim. Namun, dari pihak orang tua pun banyak yang kecewa, karena dengan adanya sanggar tersebut, anak-anak mereka justru menjadi cerdas bahkan kreatif dan santun. Suatu saat ia minta izin kepada Pengurus RW untuk diizinkan membuka program Pra Sekolah (Pra Sukses Menuju Sekolah). Pra Sekolah inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal pendirian yayasannya, yakni Yayasan Nur Aliva. Pra sekolah ini menggunakan tempat di kantor RW yang berukuran hanya 3x2 meter. Di tempat yang sangat sederhana ini, Ia pun mulai mensosialisasikan ke warga untuk mengizinkan anak-anaknya yang usia Balita untuk belajar di kantor RW terutama bagi mereka yang anak-anaknya yatim dan tidak mampu. Dan waktu itu memang belum ada PAUD di daerah tersebut. Pada tahun 2001 akhirnya Pra Sekolah didirikan tepatnya pada tanggal 22 Februari 2001. Ternyata yang mendaftar cukup banyak sekitar 50 orang. Dengan modal nekad dan keberanian juga kegigihan, ia berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pendidikan yang diberian kepada anak-anak mereka itu tidak akan membebankan mereka sama sekali karena tidak dipungut biaya. Kini, Yayasan Nur Aliva yang telah berdiri sebagai lembaga yang menaungi cita dan karya mulia Bunda Letty, semakin menemukan jalannya. Bahkan yayasan ini pun mengumpulkan beberapa orang anak yatim dan dhuafa (kalangan tidak mampu) dengan tujuan untuk meringankan beban mereka baik dengan memberi bantuan berupa pembinaan akhlaq, santunan ala kadarnya, beasiswa, privat cuma-cuma bagi mereka yang kurang daya tangkapnya di sekolah, sekaligus pembinaan bagi para janda dengan memberikan pelatihan skill kepada mereka berupa masak, menjahit, menyulam dan baca tulis bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kecamatan Batununggal (Bandung) khususnya Program Keaksaraan Fungsional. Dukungan dari para donatur sangat dirasakan bermanfaat untuk membuat aktivitas mulia di yayasan ini terus berjalan

foto bundaeti
BUNDA ETI
Sosok Ibu Peduli Anak Jalanan 

Nama Lengkap . Eti Sumiyati.
TTL. Kuningan, 2 Oktober 1971
Domisili. Kota Cimahi
Bunda Eti merupakan sosok Bunda pendamping/pengurus pada Rumah Belajar Sahaja. Rumah Belajar (Rubel) ini berdiri dengan cita-cita mulia, yakni menampung dan membina khusus anak-anak jalanan (di Cimahi).
Saat ini ada 50 anak jalanan yang dapat merasakan manfaat dari adanya rumah belajar ini. Akhirnya anak-anak jalanan yang kesehariannya mengais rezeki dari mengamen menemukan tempat yang dapat memberikan perhatian kepada mereka, yang tidak mungkin mereka dapatkan di jalanan. Entah itu sebagai tempat bermain, belajar, maupun tempat untuk terlelap tidur. Ditempat ini pula mereka tidak lagi khawatir akan banjir, kehujanan, ataupun kotornya lingkungan. Kata layak sudah sangat disyukuri oleh mereka, setidaknya untuk saat ini. Semu itu dapat mereka temukan di Rumah Belajar Anjal Sahaja.
Sosok Bunda Eti, dalam kesehariannya terjun untuk memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya bagi penghuni Rumah Belajar Anjal Sahaja. Rumah Belajar Anjal Sahaja ini memang butuh urunan tangan dari para sukarelawan dan pengurus sebagai bentuk kepedulian yang tulus atas nasib anak-anak jalanan.
Semua anak-anak penghuni Rumah Belajar Anjal Sahaja itu memulai aktifitas kesehariannya dari jam 08.00 dimana kegiatannya terdiri dari mengamen, bermain, makan, belajar (setiap hari Rabu dan Sabtu), nonton tv, tidur.
Rumah Belajar Anjal Sahaja yang diurus oleh para sukarelawan, termasuk Bunda Eti, baru mampu mengontrak rumah untuk menampung para anjal. Di rumah itu dilakukan pembinaan dan upaya menyembuhkan mereka dari kebiasaan buruk dengan bantuan tenaga sukarela. Kini, sudah ada anjal yang sembuh dari kebiasaan menghisap lem hingga ada yang dikembalikan kepada orangtuanya bahkan sudah ada yang bekerja. Tetapi alasan yang sangat dominannya yaitu karena masalah keluarga. Walaupun mereka merasa menjadi manusia yang paling kurang beruntung di dunia ini, tetapi mereka punya keinginan yang amat sangat kuat untuk melangkah dan menyongsong masa depan.


foto bundahomisah-02BUNDA HOMISAH
Sang Ustadzah Gowes 

Nama Lengkap . Nurul Homisah.
TTL. Bandung, 6 Pebruari 1972
Domisili. Kota Bandung
Bunda Homisah memiliki latarbelakang keluarga yang serba terbatas secara ekonomi. Hal ini membuat Bunda Homisah sejak kecil mulai berkiprah nyata membantu ekonomi keluarganya karena ayahanda yang hanya Buruh Tani yang tak bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Kondisi Ekonomi yang begitu memprihatinkan membuat keluarga ini berjuang mempertahankan kebutuhan makan mereka dibandingkan pendidikan. Namun Homisah kecil sangat ingin untuk dapat bersekolah. Demi keinginan bersekolahnya, maka Homisah kecil berdagang es keliling sejak kelas 2 SD untuk dapat membayar biaya sekolah yang pada saat itu sebesar Rp 350,-,.
Kemudian kehidupan banyak mendidiknya untuk membuatnya menjadi perempuan yang tangguh. Homisah menempuhnya bukanlah tanpa pengorbanan. Berbagai aktivitas yang melelahkan seperti cuci piring, mencuci pakaian, menyetrika, memasak hingga menghantarkan makanan di lingkungan sekitar pesantren dijalani oleh Homisah ketika menjadi asisten di pesantren tempat ia mengenyam pendidikan. Setelah menjalani aktivitas melelahkan tersebut demi mendapat uang yang halal, Homisah lanjut mengaji dan setelahnya kembali berdagang gorengan di lingkungan pesantren hingga habis terjual.
Hampir 6 tahun Nurul Homisah tinggal di pesantren, akhirnya Nurul Homisah menyelesaikan Aliyahnya dan untuk melanjutkan perkuliahan, Nurul Homisah kembali mendapat banyak hambatan dan tantangan dari keluarganya sendiri karena keterbatasan biaya. Namun dengan segala bujukan kepada sang Bunda akhirnya dana sebesar Rp 90 ribu dilepaskan demi menghantar Homisah mengambil kuliahnya. Homisah sendiri bukannya tanpa usaha lain untuk menutupi kekurangan, ia pun mendapatkan tambahan dari hasil berjualan kerudung, gorengan dan lain-lain.
Sapaan sebagai ustadzah Gowes tidak lepas dari sesuatu yang telah lama dijalani. Bunda Homisah mengendarai sepeda demi melaksanakan tugas mengajar, menuju tempat anak didiknya yang berada diberbagai tempat. Dalam kondisi hamil tua beserta anaknya yang masih balita pun beliau masih setia mengajar dan bergowes. Naik sepeda dari daerah Muhammad Toha hingga ke Cibiru, atau ke Ciwastra hingga ke pelosok lain di Bandung.
Tak hanya itu, Bunda Homisah pun masih berdagang Cilok khas kelurahan Ciseureuh guna menutupi biaya kebutuhan ekonomi keluarganya sehari-hari. Hal ini dikarenakan Sang Suami yang bekerja sebagai Tata Usaha di SMA Nugra merangkap sebagai Pengasuh Panti Asuhan Nugraha hanya bisa menghasilkan sedikit uang yang tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya. Tak ada keluhan dari bibir sang Bunda, hanya tasbih dan tetap berusaha. Sungguh patut diacungi jempol kegiatan sang Bunda Homisah ditemani sepedanya - mengabdi buat keluarga dan orang banyak (anak didiknya) melalui usaha kerasnya hingga saat ini.

Selamat Memilih Yang Terbaik menurut pilihan Kuter's

Periode Polling : 1 Desember 2013 s/d 18 Desember 2013


Penyelenggara : KLOP OT & Radio Lita 90,9 FM


Jangkauan : Seluruh Indonesia
 
Polling Berhadiahnya Berlangsung Di sini ---> 

http://www.radiolitafm.com/index.php/polling

Selamat Berkompetisi Kuter's,  Bursa Kuis Akan Selalu Menjadi Sahabat Anda Dalam Berkompetisi


  

Survei Berhadiah Pulsa Dan Voucer Belanja